-->

Recent Posts

Welcome

Haaa berusaha update lagu2 versi indonesia yang sudah expired, enjoy prend, sudah beberapa yang aku upload ulang, cuman berbeda file.. :)

Saturday, December 5, 2015

"Jalan Hidup"

Links to this post

Ini adalah gabungan dari cerita mimpi dan kisah manusia. Berawal dari seorang gadis muda yang memiliki kekasih yang berusia 3 tahun lebih muda. Hubungan itu sudah berlangsung 5 tahun dengan alur kisah pernah putus satu kali karena sang pria selingkuh. Namun akhirnya kembali lagi.

Hubungan mereka membaik 1 tahun lamanya, namun akhirnya diterpa masalah kembali yang belum bisa dibuktikan kebenaranya. Sang gadis mengira kekasihnya selingkuh lagi. Dia menanyakanya langsung kepada sang pria karna dia tak mau tersakiti seperti waktu dulu ketika dia hanya diam saja melihat perselingkuhan yang terjadi.

Namun kekasihnya tak merespon, mengira hubungan ini sudah berakhir, sang gadis hanya lemah dan tak mau beranjak dari tidurnya. Akhirnya smakin dia dalam tertidur semakin dia jatuh entah kemana tanpa ada niat untuk terbangun kembali.

Dalam mimpinya Ia menjadi seorang yang bisa menjelajahi waktu. Dalam suatu kisah di dalam mimpinya seseorang ingin membuktikan bahwa sang gadis memang penjelajah waktu dengan cara sang gadis harus membawa sebuah kue yang kemudian dibawa ke masa silam, dan disembunyian disana. Kemudian dimasa sekarang diambil untuk dibuktikan. Mengapa kue? Gadis itu bertanya-tanya. Orang tersebut menjawab bahwa kue tidak akan merubah nasih orang. Namun sang gadis merasa dia diakali. Bagaimana kue bisa bertahan selama itu sampai sekarang. Ke masa kapan dia harus membawanya?

Di dalam peliknya hati karna masih tersakiti oleh sang kekasih dia akhirnya menuju ke 27 tahun silam tepat setahun sebelum tahun dia dilahirkan ke dunia. Entah mengapa tahun itu yang dipilihnya.

Di masa 27 tahun silam, dimana dia pergi ke rumahnya. Dia meletakkan kue misi tersebut ke dalam sebuah kotak plastik dan menguburkannya dipekarangan. Sekelumit pikiran dibenaknya, dia ingin melihat ayahnya saat masih muda. Apakah ayahnya sudah berjumpa dengan ibunya? Apakah mereka pasangan yang berbahagia tidak seperti dirinya yang walau hanya satu kali pacaran namun sudah merasakan beberapa kali pengkhianatan.

Bagi orang lain gadis tersebut mungkin dihakimi sebagai gadis bodoh yang mau dengan kekasihnya bahkan setelah beberapa kali dikhianati dan dengan beberapa kali tidak dipedulikan layaknya orang berpacaran. Sang gadis berpikir bahwa mungkin dia terlalu kelewat menuntut ini itu, namun kenapa dia menuntut sang pria hanya bisa mengeluh tanpa tahu bahwa dialah penyebabnya.

Setelah mengubur kue di pekarangan, dia masuk ke dalam rumah ayahnya, di lihat sebuah meja berbalut kain putih berenda, di atasnya terdapat sebuah batu. Batu yang sangat cantik. Batu kecil berwarna biru bercahaya indah sekali dipandang. Gadis itu ingat tentang kue yang dia kubir, apakah dia akan ditipu ketika kembali ke masa sekarang kue nya sudah hancur dan dia tak bisa membuktikan kemampuanya. Dan hanya akan membawa malu pada dirinya.

Akhirnya sang gadis memutuskan untuk membawa batu cantik itu bersamanya, toh batu itu berada di rumah ayahnya, berarti batu itu juga miliknya, pikir gadis itu.

Ketika gadis itu kembali ke masanya, orang yang menantinya tertegun, di meja dimana dia menunggu gadis itu kembali rupanya tiba-tiba saja ada sebuah batu biru nan cantik yang berkilauan. Lama dia menunggu, gadis tersebut tak kembali juga. Akhirnya dia menyimpulkan bahwa gadis itu sudah terjebak oleh waktu. Dan beberapa saat kemudian ayah gadis itu datang ke rumah, dia sendirian. Orang yang menanti kedatangan gadis itu mulai bingung, dimana anggota keluarga lainnya?

Saat ayah gadis itu menuju ke meja dimana batu itu tergeletak, dia mulai berkaca-kaca dan kemudian berlinanglah airmata. Entah mengapa ada penyesalah terbesar dalam hidupnya yang Ia sangat sesalkan.

Orang yang menunggu gadis itu mulai paham, telah terjadi sesuatu sehingga semua alur kisah dunia ini berubah. Tak hanya keluarga itu yang berubah, namun berimbas juga kepada yang lainnya.

Sang ayah mengambil batu tersebut dan pergi. Dia pergi seperti mencari sesuatu, seorang pria yang belum bisa dikatakan tua namun juga sudah tidak muda lagi, berlari dengan semangatnya mencari dan mencari sesuatu yang sangat Ia dambakan. Ya kekasihnya. Ibu sang gadis. Batu biru cantik tersebut memiliki kisah penting dalam sejarah pernikahan sang ayah dan ibu. Namun karna batu itu menghilang, mereka tidak dapat bersama. Dan mengakibatkan sang gadis tidak terlahir di dunia ini.

Garis tersebut belum sempat merasakan penyesalan karna telah mengambil batu itu, karna dia telah lenyap tanpa tahu akhir dari kisah hidupnya bersama kekasihnya yang juga belum merespon dia. Penyesalan, sebaiknya merasakanya atau sebaiknya membiarkanya berlalu tanpa tahu apa yang terjadi? Aku sebagai penulis kisah ini merasa bahwa kita perlu tahu apa yang terjadi dan paling tidak merasakan penyesalan atas perbuatan kita. Walaupun itu harus mengakhiri hubungan dengan kekasih kita.

Beberapa bulan berlalu, sang ayah akhirnya menemukan sang ibu yang denga raut wajah tak lagi muda dan tak lagi secantik dulu namun dia masih tetap sendiri. Sang Ibu menatap wajang sang Ayah yang datang dengan nafas tersengal-sengalnya dan menggenggam tang sang Ibu lalu meletakkan batu biru cantik tersebut di telapak tangan sang Ibu. Entah kisah apa yang tersirat di dalam batu itu, namun akhirnya mereka kembali bersama. Menikah. Dan hidup berbahagia..

Kemudian lahirlah sang gadis. Takdir boleh berubah namun apa yang telah ditentukan oleh Tuhan tidak akan pernah berubah.

21 tahun kemudian dia bertemu dengan kekasihnya yang kini usianya terpaut 24 tahun darinya. Lelaki yang dewasa yang sudah banyak makan garam kehidupan. Lelaki yang telah bisa menentukan tujuan hidupnya. Lelaki yang hanya bisa fokus terhadap satu gadis yaitu dirinya. Karna dia telah melewati banyak hubungan namun satupun tak berakhir manis. Dia banyak bermain dengan gadis-gadis lain, namun tak satupun kebahagiaan didapatnya. Karna itu akhirnya sadar, usianya telah jauh melampaui usia main-main diusianya. Pendek kata akhirnya sang gadis dan kekasihnya bersatu dalam pernikahan yang berbahagia..

Tepat pukul 12:00 siang sang gadis terbangun dari tidurnya, dia membuka mata, membuka handphone nya, namun tak ada satupun balasan. Kembali ke realita, saat ini hatinya masih hancur dalam sedih yang mendalam..

Tamat.

Monday, February 9, 2015

Kuliah Modal Dengkul

Links to this post
Lulus SMA ga kebayang bisa kuliah, dimana ekonomi keluarga lagi amburadul-amburadulnya. Tapi untungnya dimana ada kemauan disitu Tuhan memberi jalan.. Disini saya cuman mau memotivasi siapapun dibelahan bumi Indonesia bahwasanya, biaya kuliah itu bukan masalah. Ngomong gampang sih, tapi coba dilihat biaya yang saya keluarkan untuk kuliah di STMIK AKAKOM pada periode 2007-2011. Kurang lebihnya sebagai berikut:


Memang tergolong murah pada saat itu, total semuannya cuman 23jutaan. Angka yang sedikit kalau dibandingkan sekolah kedokteran, seperti yang saya inginkan. Dan saya masih terbantu dengan adanya potongan biaya untuk Siswa berprestasi, kalau ga salah, dulu yang NEM nya > 8.00, jadi biaya gedung termasuk murmer, alias murah meriah. Hehehe. Tapi namanya kondisi ekonomi lagi surut, biaya segitu masih berat sih, tapi untungnya Rp 2.800.000,00 bisa dicicil 3x dalam 3 semester. Hahahha.. Selalu ada jalan kan..

Tapi ga semudah itu sodara-sodara, Pada awal kuliah bermodalkan uang yang dihasilkan dari kerja di Toko Kain di Malioboro, serta uang tabungan lain, serta tambahan dari Ortu akhirnya semua bisa terbayarkan.. Kondisi saat itu memang agak miris-miris gimana gitu.. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya saat SD hingga SMP semua begitu mudah. Semua terpenuhi, tak terbesit pikiran akan mengalami ekonomi yang membelit apalagi ditambah Gempa bumi tahun 2006 yang ngerobohin rumah sampai dinyatakan hancur berat, tapi lagi-lagi uang dari Pemerintah tidak sampai pada orang yang bersangkutan, entah raib diambil tikus mana.. Hmm sudahlah.. Yang penting rumah sudah terbangun, atas bantuan Sodara, Gereja, dan lain-lain.. 

Back to topic.
Kuliah bagi saya bukan tempat bermain sebenernya, tapi karna sifat yah ya beginilah, yang ga pernah terlalu serius dalam kesukaran dan penderitaan hidup, akhirnya kuliah jadi sangat menyenangkan. walaupun tiap semester musti bergelut dengan antrian panjang karna bayar SPP di akhir masa nya atau bahkan sampai minta dispensasi karna terlambat bayar. hahahaha

And there we are... Inti dari Post ini adalah, saya tak berhenti sampai disitu, ketika ada kesempatan, entah beasiswa ataupun pekerjaan yang bisa dikerjakan di perkuliahan, langsung babat habis.. Walaupun sebenernya saya super pemalu dan malu-maluin tapi akhirnya bisa juga daftar jadi Asisten.. Hehehe dulu rumornya jadi Asisten Praktikum itu sulit, ada ujian masuknya, IP harus sekian, dll. Tapi kok rasa-rasanya tradisi itu sudah berlalu, agak miris sih, di AKAKOM siapapun bisa jadi Asisten asal nilai nya tidak boleh kurang dari "C" dan IP hanya berkisar diangkat "3".

Tapi bagi saya tidak menutup kemungkinan akan ada banyak tantangan disitu. Mengajar, memberi nilai, membuat soal pretest, soal ujian, bahkan memberi nilai akhir merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Saya yang suka beraksi dibalik layar mau ga mau harus mulai tampil. Dengan kostum eh maksudnya baju seadanya, kalau kostum kok kayaknya mau cosplay. Huahahah.. Lanjut, saya mulai malu-maluin diri atau menjutek-jutekan diri..

Entah mengapa saya termasuk jajaran Aissten terjutek kala itu. Kok bisa.. *tepok jidat. Eh curcolnya nanti sajalah.

Lanjut. Banyak kegiatan kemahasiswaan, full ng-Asisten, full kuliah, ikutan lomba, wokshop, seminar, dll bukan hambatan. Terkadang di kampus bisa dari jam 8.00 pagi hingga 9.00 malam (kalau ngajar kelas malam) tiap hari Senin - Jum'at. Udah kayak orang kerja aja. Hehehe.. Inilah daftar hasil keringat dan main-main di kala berada di Kampus. Dan alhasil sudah terekap semuanya (selain hasil jual pulsa, susah direkap, terlalu banyak catatan) terkumpul 40jutaan dan itu habis untuk kuliah, makan dan biaya hidup. Sisanya masih ditabung. Yah saya bilang biaya hidup soalnya sejak SMA sudah ga dikasih uang jajan, dan makan dirumah hanya pas sarapan dan makan malam. Transport mikir sendiri juga, suka nebeng kakak soalnya gretongan alias gratis.. :D

Ini mumpung lagi pengen ngerekap, masih ada yang belom dimasukin sih, kayak nge-les-in private dll. Beasiswa juga dikit, dulu peraturanya ga jelas, semester awal belum boleh ngajuin beasiswa dan semester akhir udah ga boleh ngajuin beasiswa, cuman dapat disemester tengah -__-! 
Tapi intinya ya seperti berikut:


Yup intinya sodara-sodara semua, dimana ada kemauan disitu Tuhan memberi jalan. Ga usah muluk-muluk yang penting biaya kuliah terbayarkan. Dan bisa kuliah dengan damai dan tenang.

Note:
Sebenernya pilihan kuliah dulu adalah Kedokteran dan Teknik Informatika, tapi biaya kuliah kedokteran pda saat itu terlaluuuuuu... Searching punya mbah gugel akhirnya menemukan secercah harapan dengan biaya kuliah yang masih lebih murah dibanding yang lainnya. Yah dulu sempet daftar UKDW Jogja, udah tas test tas test, tapi saat itu kena uang gedung 15jutaan coi.. Ga kepikiran buat ngelanjutin di sana.. Dan alhasil disinilah saya sekarang, bekerja sebagai programmer sesuai dengan bidang kuliah saya dengan gaji ya ajib bagi saya terlalu w0w, perjuangan dulu terbayar manis sekarang. Walapun banyak lembur tapi untung udah terbiasa dulu di kampus jadi ya anggap aja bumbu kehidupan, hahahah..

Sekian sodara-sodara semuanya.. Udah tengah malam aja..Selamat Malam..

Sunday, November 30, 2014

Short Story Part 4

Links to this post
Katanya, pasangan. Ga ada yang ngalah. Sudah mengalah tapi yang satunya enggak. Gimana mau mengalah kalau sakitnya tuh di sini.. Masalah kecil jadi besar kalau menyangkut hati. Tidak ada yang harus kalah dan menang jadi apa hubungannya dengan mengalah?

Mengalah menambah masalah. Menumpuk di lubuk hati yang terdalam dan menunggu waktunya meluap. Yang benar adalah memahami.. Aku paham kok kamu maunya bebas. Maunya ga terikat. Maunya melakukan apapun sesuai keinginan kamu. Akupun begitu.

Aku suka kalau kamu marah ketika aku jalan bareng teman2 laki yang lain. Tapi tidak begitu denganmu. Apapun yang aku kritik ga langsung kamu lakukan. Kamu nunggu aku marah, sedih, dan kecewa. Mengapa harus menunggu sampai sakit? Padahal bisa kamu cegah hal itu. Baiklah kita saling jaga perasaan. Jangan mau seenaknya saja kalau diseenakan saja kamu tidak mau..

Short Story Part 3

Links to this post
Malam ini agak aneh. Mungkin dikarenakan koneksi internet yang cukup ngadat. Hmm.. Tapi entah mengapa hati ini begitu sakit. Sulit untuk mendeskripsikannya. Tapi ada rasa yang kurang. Ada hal yang aku inginkan, tapi tak kudapatkan. Di tulisan ini pun aku tidak bisa jujur. Hanya terpendam dalam hati. Dan semoga saja lekas menguap dan sirna..

Recent Comments

Anime Ost

Drama Asia Ost